Halo semua! Jumpa kembali dengan saya –Apri. Seperti biasa saya ingin melanjutkan kembali #30DAYSJOURNALLINGCHALLNGE untuk hari ini. Yuk, simak jurnal saya!

Day 4: Your parents

Saya bersyukur lahir dari Mama dan Bapak yang hebat dan luar biasa. Mama saya bernama Lilis Maryani, seorang wanita yang berprofesi sebagai pedagang kecil di pasar. Bapak saya bernama Mohamad Muhtar, seorang pria yang berprofesi sebagai guru honorer di salah satu SMA swasta sekitar tempat tinggal saya. Orang tua saya kurang lebih sudah menikah selama 29 tahun. Mereka memiliki 3 anak dan 1 cucu.
Mama saya merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Sedangkan Bapak saya merupakan anak ketiga dari 7 bersaudara. Mereka berdua sebenarnya berasal dari daerah yang berbeda, bisa dibilang beda kecamatan. Namun entah bagaimana caranya mereka bisa mengenal dan berakhir di jenjang pernikahan, hingga sekarang memiliki anak dan cucu. Saya sebenarnya penasaran dengan kisah mereka namun sungkan untuk bertanya. Mungkin di lain kesempatan saya akan coba untuk menanyakannya, wkwkwk.

Saya sangat salut kepada Mama. Beliau itu sungguh luar biasa sekali. Sosok yang cerdas, cekatan, telaten, sigap dan tangkas. Intinya Mama orang yang serba bisa. Pekerjaan rumah yang menumpuk sekalipun dapat diselesaikan secara bersamaan. Selelah atau semalas apapun itu, bila urusan mengenai ‘anak’ akan dilakukan. Karena Mama sudah terbiasa memegang peran anak sulung di keluarganya, makanya Mama sangat mandiri. Beliau tidak selalu mengandalkan orang lain dalam melakukan segala sesuatu. Mama orangnya cukup suportif, mendominasi, kadang kurang peka, menyukai kebersihan dan tidak suka berdiam diri. Bisa dikatakan bila ada kesempatan untuk bermalas-malasan, Mama saya mungkin akan menolak, wkwk. Itu sebabnya bila berada di rumah, diusahakan setiap anggota keluarga tidak boleh terlihat bermalas-malasan, bisa kena omel nantinya. Mama pandai memasak dan saya pun sering meminta untuk diajari. Namun ada hal lain yang saya kagumi dari sosok Mama yaitu cara beliau mengatur uang. Jujur saja, saya sangat salut kepada beliau. Bagaimana tidak, uang dari hasil berdagang yang tidak seberapa bisa Mama atur sedemikian rupa. Pembagian uangnya pun merata mulai dari uang untuk membeli makanan pokok, uang jajan anak-anaknya, uang bayar hutang, uang bayar arisan hingga uang tabungan. Dan uang yang tidak seberapa saat sudah diatur itu nyatanya bisa mencukupi keseharian kami semua. Makan cukup, bisa jajan, hutang terbayar dan uang simpanan untuk bekal bulan saya ada. Padahal Mama saya tidak kuliah manajemen atau keuangan, namun keterampilannya sungguh luar biasa. Salut!

Bapak saya orang yang pengertian, humoris, tegas dan kadang tempramen. Makanya Bapak itu selalu jadi sosok yang ditakuti oleh keponakannya. Sekali bersuara sambil menampilkan wajah datar sudah membuat sepupu-sepupu saya terintimidasi, wkwkwk. Selain itu, Bapak itu orang yang tergesa dalam mengerjakan sesuatu, ceroboh dan terkadang jorok. Sebenarnya kepribadian Bapak dengan Mama itu berbanding terbalik. Mereka pun terkadang sering cekcok seputar perbedaan yang dimiliki. Namun yang namanya jodoh dan ya mereka nyatanya sekarang saling melengkapi, wkwkwk. Bapak itu... teman jajan, teman belajar, teman mengobrol dan teman main bagi saya. Ya, bisa dibilang saya cukup dekat dengan Bapak. Beliau itu orang yang menemani saya belajar setiap malam. Orang yang saya jadikan narasumber saat banyak pertanyaan memenuhi otak. Orang yang selalu mengajak saya berpergian menggunakan motor untuk main keluar. Orang yang selalu membawa banyak jajanan untuk saya. Saya sosok anak yang berbeda dari kakak dan adik saya. Dan sisi berbeda itulah yang nyatanya satu frekuensi dengan Bapak. Sehingga kadang saya merasa bahwa Bapak menaruh perhatian lebih untuk saya tentunya. Tapi tidak apa-apa, karena nyatanya perasaan saya pun begitu pada Bapak. Hal itu yang membuat saya menjadikan Bapak harapan satu-satunya saat perhatian Mama lebih banyak tercurah untuk kakak dan adik. Ada hal yang membuat saya senang kepada Bapak yaitu kepercayaan beliau kepada saya bahwa kelak saya akan jadi orang yang bermanfaat dan berguna bagi sekitar. Mungkin itu terdengar sepele, namun saya begitu terharu saat mendengar beliau dengan tegas mengungkapkannya. Dengan kepercayaan itulah, saya berusaha mewujudkan hal tersebut.

Nah, sekian mengenai orang tua saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk kalian, Mama dan Bapak, untuk cinta dan segala hal yang telah kalian berikan untuk saya. Maaf bila saya belum bisa membalas segala halnya. Sayang kalian selalu!
Sampai jumpa di tulisan berikutnya!