Mimik wajah yang datar
Senyuman manis nya yang hampir tak terlihat

Tertidur lelap dalam alunan lagu yang di putar begitu keras dalam sebuah ruangan. Semua orang sibuk dengan apa yang sedang mereka lakukan, tapi tidak dengan dia. Menundukan kepala di belakang kelas sembari membaca buku yang hanya akan menjadi pengalihnya terhadap teman - temannya.

DIA LAH SEORANG PENYENDIRI

Andai saja dia mengerti maksud dari teman - temannya itu, melihatnya tajam dan memberi tatapan yang tidak suka. Kembali mengingat masa itu, air mata pun jatuh.

"dasar kamu pencuri"
"dugem mulu sih makanya ga pernah masuk kuliah"
"pakaian nya kebuka banget mba.. murah deh"
"make up tebel amat kaya tante"

oke enough.

dia pun berkata : "ternyata gini ya rasanya di tuduh ini itu, padahal dulu gw yang suka gituin orang.. karma kali ya".

KARMA EXIST
SHE KNEW IT.

Sembari memikirkan perkataan teman - temannya kala itu, dia pun menyadari ini semua bukan karena dirinya. Hanya saja lingkungan dia tidak bisa menuntun dia menjadi orang yang jauh lebih baik dan tidak juga bisa mendukung apapun yang sudah ia usahakan agar dapat pujian BUKAN MALAH MAKIAN YANG TERPENDAM.
Sudahlah teman, mencari teman itu tidak semudah meningkatkan 3000 followers dalam 1 tahun.

Berjuanglah sendiri maka suatu saat kamu akan merasakan lelah yang terbayar, tanpa harus mengemis di hadapan teman - temanmu yang kelak akan menusuk pisau tajam.

p.s. dekatkan aku dengan orang yang mengerti aku