Ya, kamu benar,
aku memang meninggalkanmu.

Sangat pantas jika kamu kecewa.
Sangat pantas jika kamu marah.
Sangat pantas jika kamu membeciku.

Tapi bagiku,
luka meninggalkan itu lebih sakit
lebih terasa perihnya daripada ditinggalkan.
Memang tidak ada yang lebih baik dari keduanya,
Setidaknya aku tahu luka yang teramat besar ada padaku.

Disatu sisi kamu menatapku egois, disatu sisi yang lain aku sebenarnya terluka jika harus melakukan apa yang melukaimu.

Jadi, dengan berat hati
aku pergi,
jika nanti aku rindu,
kusebut saja namamu dalam doa ya?

tentang luka yang akan berlangsung lama,
biarlah,
nanti aku tanggung sendiri.