Aku pikir seisi dunia tak berlaku adil.
Seolah mereka ada dipihakmu.
Semua memojokanku di sebuah jalan buntu.
Mendesak,menampar,menghujam raga dan jiwaku.
Dengan tujuan pikiranku mengingat kau selalu.
Bagaimana bisa kau bersekongkol dengan gang-gang kecil kumuh?.
Setiap melewatinya mereka menodongku dengan bayangan tentangmu.
Bagaimana sanggup kau berkomplot dengan lautan langit?
Kala aku tak sengaja menatapnya mereka menghadangku dengan teduhya dekapanmu.
Bagaimana mungkin kau bersekutu dengan aroma embun pagi?.
Ketika aku menghirupnya begitu menyegarakan layaknya aroma tubuhmu.
Aku berharap dunia berlaku adil.
Dengan melakukan hal yang sama ketika kau menjelajahi semesta ini.