Ulungmu dihantam pandang
Lagi-lagi berkolega dengan malam
Seberapapun terampilnya menyentak
Daulat kan bersua
Ah apa daya
Ku dipaku performa
Prestasi manifestasi cacat, kata sang Idealis

Tapi nyatanya kau pun setara
Sangat ketara
Untuk apa mengelak?
Naluri menguak
Ada yang memindai
Resonansi menyebar
Sudahlah, absahkan saja
Namun masih ada rasio interogator
Ulik terus sampai mampus
Sayang, sudah terlalu antipati

Mampuslah
Selamanya bersekat kata ulung

Getir?
Pedih?
Prihatin?
Jika kau jumpai itu, maka saya juga
Namun saya bahkan ragu

- Mantik Segara, 8 Juli 2017